Logo Network
Network

Bantah Halangi Tugas Wartawan, Karutan Kelas IIB Masamba Lakukan Klarifikasi

Muhammad Ibnu Mattangaran
.
Minggu, 28 Januari 2024 | 08:53 WIB
Bantah Halangi Tugas Wartawan, Karutan Kelas IIB Masamba Lakukan Klarifikasi
Kepala Rutan Kelas IIB Masamba, Agung Hartono, A.Md.IP., S.H

MASAMBA, iNewslutra.id - Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Masamba, Agung Hartono mengklarifikasi polemik dengan awak media saat peliputan kegiatan.

"Tidak benar jika Karutan Masamba menghalangi tugas jurnalis dalam meliput kegiatan di rutan," ujar Agung Hartono, Minggu (27/01/24) pagi.

Memang dalam aturan standar SOP, lanjut Agung, yang tidak diijinkan membawa HP bagi pengunjung atau tamu yang akan memasuki areal steril HP.

Namun menurut Agung, telah memberi toleransi ijin penggunaan HP, khusus dalam aula kegiatan, bagi tiga orang awak media yang datang lebih awal.

"Tentu saja kami memahami bahwa jurnalis saat peliputan membutuhkan HP untuk dokumentasi dan pengumpulan data," kata Agung.

Agung menyebutkan ternyata bukan cuma tiga, konfirmasi dari KPU ada 5 awak media yang diundang, sehingga sebelum dikomfirmasi ulang, sempat terjadi kesalahpahaman dengan petugas pengamanan dengan 2 awak media yang datang lebih lambat dipintu kedua.

"Kami mohon maaf atas kesalahpahaman ini, kami tetap mendukung tugas dan fungsi jurnalis sebagai salah satu pilar demokrasi," pungkas Agung Hartono.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Muhamad Akbar juga mengakui adanya kesalahpahaman dengan dua awak media yang datang lebih lambat tersebut.

"Ini murni kesalahpahaman, dari kelima awal media ada 1 orang yang meninggalkan tempat sementara yang lain melanjutkan liputannya di aula," ujar Akbar.

Sebelumnya, KPU Luwu Utara mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk warga binaan di Aula Rutan Kelas IIB Masamba, Sabtu (26/01/24), dengan mengundang 5 awak media untuk melakukan liputan. 

Salim, salah satu awak media yang merasa dihalangi saat menjalankan tugas keluhkan larangan membawa HP kedalam Aula kegiatan.

"Saya datang atas undangan KPU untuk peliputan kegiatan, tapi alat kerja saya (HP) harus dititipkan di pintu oleh petugas pengamanan," keluh Salim

"Daripada berdebat panjang, saya memilih meninggalkan lokasi kegiatan. Saya harap Karutan lakukan konferensi pers permohonan maaf karena telah menghalangi tugas jurnalistik," kuncinya. (*)

Editor : Nasruddin

Follow Berita iNews Lutra di Google News

Bagikan Artikel Ini