get app
inews
Aa Text
Read Next : Keamanan Mendaki Gunung di Musim Hujan: Apa yang Perlu Diperhatikan?

AMS Jadi Salah Satu Kondisi yang Patut Diwaspadai Para Pendaki Gunung. Apa Itu?

Kamis, 13 Maret 2025 | 21:43 WIB
header img
Pendaki Gunung, iNewsLutra.id/Wdy

iNewsLutra.id - Gunung, dengan segala pesona alamnya yang memukau, sering kali menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin menikmati udara segar dan keindahan alam.

Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat risiko kesehatan yang patut diwaspadai, salah satunya adalah Acute Mountain Sickness (AMS) atau yang dikenal dengan istilah penyakit ketinggian.

Secara medis, AMS merupakan kondisi yang sering muncul ketika seseorang berada pada ketinggian ekstrem.

Menurut Healthline, kondisi ini umumnya terjadi pada ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Penyakit ini terkait erat dengan penurunan kadar oksigen dan tekanan udara di daerah tinggi, yang membuat tubuh kesulitan untuk beradaptasi.

Meskipun sebagian besar kasus AMS bersifat ringan dan bisa sembuh dengan cepat, tidak jarang kondisi ini berkembang menjadi lebih parah dan menimbulkan komplikasi serius pada organ tubuh seperti paru-paru dan otak.

Proses adaptasi tubuh terhadap ketinggian memerlukan waktu, dan jika tidak diimbangi dengan kehati-hatian, pendaki bisa mengalami mabuk gunung akut.

Selain faktor ketinggian, kecepatan pendakian juga berperan dalam memicu AMS.

Pendaki yang memaksakan diri untuk mencapai puncak dalam waktu singkat lebih rentan mengalami gejala-gejala penyakit ini.

Gejala Acute Mountain Sickness

Gejala AMS bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Biasanya, gejala akan muncul dalam waktu 24 jam setelah mencapai ketinggian atau bahkan segera setelah pendaki berada di ketinggian ekstrem.

Pada kasus ringan, beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:

- Pusing

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Insomnia

- Mual dan muntah

- Mudah marah

- Kehilangan nafsu makan

- Pembengkakan pada tangan, kaki, dan wajah

- Detak jantung cepat

- Sesak napas saat beraktivitas fisik

Sementara pada kasus parah, AMS bisa menyebabkan gangguan pada berbagai organ tubuh. Gejala yang lebih serius antara lain:

- Batuk

- Sesak napas

- Kulit pucat

- Kehilangan keseimbangan

- Penurunan interaksi sosial

Siapa Saja yang Berisiko?

Pendaki dari segala usia dan kemampuan bisa berisiko mengalami AMS, terutama mereka yang berusaha mendaki dengan kecepatan tinggi dan mencapai puncak pada ketinggian yang sangat ekstrem.

Namun, orang dengan riwayat anemia, penyakit jantung, atau penyakit paru-paru memiliki potensi lebih besar untuk terkena AMS.

Oleh karena itu, penting bagi para pendaki untuk selalu konsultasi dengan dokter jika mereka termasuk dalam kelompok berisiko, serta merencanakan pendakian dengan cermat dan memperhatikan kondisi tubuh sepanjang perjalanan. 

Dengan pengetahuan dan persiapan yang tepat, risiko terkena AMS bisa diminimalkan, memungkinkan pendaki menikmati keindahan gunung dengan lebih aman. (Wdy)

Editor : Nasruddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut