PALOPO, iNewsLutra.id - Ketua Lembaga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo angkat bicara menyikapi proyek Wall Climbing yang dianggap tidak layak pakai.
Abdul Rahman menyebut konstruksi Wall Climbing yang dibangun sangat rawan apalagi penggunaan menyangkut keselamatan para atlet.
"Kami dari pengurus menuntut pihak PPK dan konsultan segera memperbaiki rangka wall sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan berharap pihak Inspektorat Kementerian Agama segera mengaudit pihak konsultan dan PPK mengenai alokasi anggaran pembangunan wall tersebut," kata Abdul Rahman.
Lebih rinci Rahman menjelaskan jika fiber wall dan poin belum terpasang namun bangunan sudah goyang hingga dianggap sangat membahayakan nyawa para atlet.
Selain itu, pondasi konstruksi dinilai kurang kuat apalagi volume cakar ayam diduga berkurang.
"Seharusnya 6 terpasang tapi kenyataannya hanya 4 lobang, mana lagi cara las besinya banyak sambungan," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya konstruksi bangunan rangka Wall Climbing yang diperuntukan untuk Mapala IAIN Palopo mendapat sorotan.
Menyikapi persoalan itu, Martuju, Pejabat Pembuat Komitmen PPK mengaku jika proses pembangunan rangka sudah memenuhi standar.
Menurutnya, pihak kampus melalu Wakil Rektor 2 sudah memanggil konsultan perencana dan dalam pertemuan itu pihak konsultan memastikan jika rangka yang digunakan sudah sesuai standar kelayakan.
"Mereka pastikan penggunaan besi sudah layak, mereka juga mengaku sudah konsultasi dengan pembuat wall bahkan pemilik toko tempat pembelian besi juga bilang jika besi yang digunakan sangat bagus bahkan lebih bagus dari yang biasa dipakai orang," jelas Martuju saat dikonfirmasi. Selasa (13/12/2022) malam.
Editor : Nasruddin
Artikel Terkait