Apakah Mengeluarkan Air Mani di Bulan Ramadhan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Hukum Islam

iNewsLutra.id - Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan nafsu dan perbuatan yang dapat membatalkan puasa.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah mengeluarkan air mani, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dapat membatalkan puasa di bulan Ramadhan.
Dalam hal ini, ulama besar dari mazhab Syafi'i, Imam Ar-Rafi'i, menjelaskan bahwa air mani yang dikeluarkan melalui onani atau masturbasi dapat membatalkan puasa.
Hal ini disebabkan karena onani atau hubungan seksual yang mengarah pada keluarnya air mani secara sengaja akan membatalkan puasa.
Menurut Imam Ar-Rafi'i, meskipun seseorang berhubungan seksual tanpa keluar air mani, puasanya tetap batal.
Namun, apabila terjadi onani yang menyebabkan puncak syahwat dan mengeluarkan air mani, maka puasa pada hari tersebut dipastikan batal.
Para ulama sepakat bahwa puasa seseorang akan batal jika ia mengeluarkan air mani dengan sengaja.
Tindakan fisik yang dapat membatalkan puasa termasuk bersenggama atau masturbasi.
Perlu dicatat bahwa onani atau masturbasi merupakan tindakan yang hukumnya haram dalam Islam, dan apabila dilakukan pada siang hari di bulan Ramadhan, maka tidak hanya puasanya yang batal, tetapi juga akan mendatangkan dosa bagi pelakunya.
Namun, jika seseorang mengeluarkan cairan sperma tanpa sengaja seperti dalam mimpi basah puasanya tetap sah dan tidak batal, meskipun secara fisik terlihat adanya air mani.
Penting untuk dicatat bahwa bagi mereka yang dengan sengaja melakukan masturbasi dan mengeluarkan air mani pada siang hari di bulan Ramadhan, mereka tidak hanya kehilangan pahala puasa, tetapi juga dianggap berdosa.
Bagi mereka yang melakukannya, disarankan untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah.
Meskipun demikian, dalam pandangan ulama, tidak diwajibkan bagi individu tersebut untuk mengganti puasa yang telah batal karena kesengajaannya.
Oleh karena itu, bulan Ramadhan sebaiknya diisi dengan aktivitas yang positif dan mendatangkan pahala, seperti beribadah, membaca Al-Qur'an, dan meningkatkan amal kebajikan.
Berpuasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menahan nafsu dan berusaha memperbaiki diri.
Menghindari tindakan-tindakan yang dapat membatalkan puasa, seperti masturbasi, akan menjadikan ibadah puasa lebih sempurna dan mendekatkan diri kepada Allah. (Wdy)
Editor : Nasruddin