get app
inews
Aa
Read Next : Miliki Tiga Kursi di Legislatif, PKB Luwu Utara Mulai Buka Pendaftaran Calon Bupati dan Wabup 2024

Lakukan Penganiayaan Kades Baku Baku Luwu Utara Dipolisikan

Rabu, 13 Maret 2024 | 00:59 WIB
header img
Kades Baku Baku dipolisikan, (Foto: tangkapan layar).

MALANGKE-iNewsLutra.id - Kepala Desa Baku Baku, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap Alamsyah, warga dusun Rampoang, Desa Takkalala, Kecamatan Malangke.

Kejadian ini bermula saat Alamsyah mendatangi lokasi keributan antara salah seorang warga Desa Baku Baku dengan iparnya.

"Saya posisi sementara tidur di rumah dikasih bangun oleh mertua ku, dia bilang kalau ini iparku di keroyok," ucap Alamsyah kepada wartawan, Senin (11/3/2024).

Setelah mendapatkan informasi, Alamsyah langsung mendatangi tempat kejadian dengan maksud melerai, sesampainya di lokasi sudah tidak menemui keributan.

"Yang saya lihat, tinggal istrinya iparku. Saya tanya, mana bapaknya Dira Tante? Terus dijawab, Alhamdulillah selamat ji om mu, lari tadi ke kebun-kebun pas mau dikeroyok," ujar Alamsyah.

Tak lama sang ipar kemudian muncul dari kebun, di waktu yang hampir bersamaan pria yang berselisih paham dengannya juga menghampiri dan membicarakan persoalan yang dihadapi, keduanya kemudian sepakat menyelesaikan secara baik-baik di tempat itu.

Saat Alamsyah sedang memperbaiki motor, tiba-tiba didatangi sekelompok orang lalu melakukan penganiayaan. Beruntung korban masih sempat dipisahkan.

Pasca kejadian itu, salah satu perangkat desa menemui dan bercerita dengan ipar Alamsyah. Seusai sholat isya, Alamsyah bersama iparnya dan dua rekannya menemui kepala Desa Baku Baku melalui jalan pintas di belakang rumah menyebrang sungai. Mereka lalu disambut oleh kepala desa dengan seorang warga.

"Saat itu, Bapak Dilla menarik dan memukul saya, kemudian pak desa ikut juga memukul kemudian menarik rambutku, dikasi tunduk kepala ku sampai dirumah salah satu warga, pada saat perjalanan ke rumah itu untuk diinterogasi kami masih dipukul oleh warga lainnya," tutur Alamsyah.

"Sampai di dalam rumah kami dipukul lagi sama bapak Dila, kemudian datang lagi kepala Desa memukul dan meminta untuk mencukur rambut kami berempat," tuturnya.

Editor : Nasruddin

Follow Berita iNews Lutra di Google News Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut